Search Results

27 results found

    Blog Posts (6)
    • Why should you trust a "stranger" to take care of you kids?

      By : Bali Au Pair Team Today, many working parents are being held back from amazing things and hobbies they could be doing because of lack of reliable childcare or simply lack of free time. Many people think about their parents, siblings or even friends when they need someone to look after their kids. But guess what, you can actually easily and safely hosting an Au Pair. This option is great especially when you do not need to pay any Au Pair Agency fee for a reliable Au Pair. Many Scandinavian Families are already doing it, but then again, why should you trust someone you haven't met before? Because your friends used to be strangers. - Think about your friends. That time, you had to introduce yourself, asked about their interest, spent time together, and from there you built the trust in them. Trust is built over time of course. Remember the first time you lent them your car, letting them staying over at yours? It ended well and great right? All of those time could have ended badly but they didn't. And when you think about your kids, you want to do the best way to keep them safe and happy. And yes, you will need to trust a "Stranger" who could turn out to be the best carer for your child ever! Because you cannot always be there - Though you want to be by your children side for every special moment in their lives, your jobs and the other commitments can not be neglected either. Even for a stay-at-home parent, you might miss some of those special moments as you have to look after yourself or when you need to drive your older one to the dentist. Hosting that "Stranger" in your family can help you to manage your time easily as she or he has already expected to be pretty flexible with your timing. Of course as long as it does not exceed their max. working hours per week. Because your family are not always available - Many parents often ask the Grandma and Grandpa to look after the kids as they trust them more which also helps reduce costs. Some parents who live far from their families often need to give up their career to stay home and take care of the kids.  Though relying on the Grandma, Grandpa, even the Aunties and Uncles can be very helpful, you will eventually feel that you have asked too many times and would not want to bother them again. Hosting a trustworthy Au Pair surely is a wise choice when you feel that a free time to do your hobbies and activities is good for your mental health in the long run. Because the stranger is trained - Imagining to host an Au Pair for your family could sometimes be a little bit worrying or even scary. I am definitely not advising Families to just let anyone looking after your precious ones. And you want to know who you are paying to babysit and look after your kids with a clear background and references. Currently, there is still no childcare, criminal, and medical qualifications required by the government to be an Au Pair in Scandinavia, but knowing that they at least have a basic Au Pair training and police-record-checking, as well as their medical record, would make you feel more comfortable to let them staying with you and to look after your kids. Because the school teachers are also strangers - Many parents do not have chance to meet their children' teachers before they start school. Though there are couple hours meetings between parents and teachers in prior, it is just not enough to truly know who and how they will influence your children' life for the next couple of years. Because you can always set your own privacy limit  - Whether you live in a mansion or a small flat, there will be things that are very private and valuable to you, which you will not want a stranger to see, or steal, in the worst case scenario. The thing about hosting an Au Pair is that you are leaving the person in your home with your children while you go out. If you have small children, or children who might be sleeping when you go out, your property is practically at the mercy of the stranger while you are out. This is part of the reason why you would not want to let a real stranger babysit. Hosting an Au Pair from a reliable agency means that the Au Pair has been screened and had their identity verified. They also have the reputation of their agency to consider before doing anything to or in your home. As comforting as that is, you might also like the fact that you can lock away your personal things and valuables before going out, so that the Au Pair can care for your children without bumping into anything awkward or expensive, intentionally or not!


      Today, hosting an Au Pair from outside EU has interest many Host Families in Scandinavia. Different culture, language, and custom adds a little “uniqueness” and makes their family daily life more interesting. Au Pairs who come from the other side of the globe are often more likely to have had to put proper thought into what they’d like their Au Pair year to look like. They are also less liable to see the relationship as a casual commitment with a few hours of work here and there. Au Pairs coming from outside of the EU are often be much more open to designing a relationship that works for both parties, as long as you pay fairly, and the job list is made clear at the start. Besides, as they have also put so much effort and commitment to come to your country to learn about the language and culture, they are more likely to stay with your family until the agreed contract (1-2 years). However, although hosting an Au Pair from outside EU can take you a little longer time to prepare, we suggest you to start looking from around 3-4 months in prior as both of you need to prepare some documents to apply and to wait for the Au Pair Visa. Never ever look for one last minute!! With Bali Au Pair, we help you finding the right Au Pair for your family. Not ONLY they have passed our qualification, they are well-informed and trained before they come to your family so that they will less likely find a cultural shock and understand about what Scandinavian families expect. Register NOW as Host Family - as always, we don’t charge any fee to Host Families at all! ;)

    • "Kok Aku Merasa Seperti Pembantu Ya?"

      Seringkali pertanyaan itu muncul di dalam hati para Au Pair yang baru saja menginjakkan kaki di negara pilihan mereka untuk menjadi Au Pair. Rasanya, kok saya disuruh membereskan kamar orang lain, melipat baju orang lain, membersihkan dapur, bahkan membersihkan toilet. Disini, saya ingin berbagi pengalaman Au Pair saya di Swedia tahun 2016-2017 dengan Host Family kedua saya, dengan perasaan seperti itu dan bagaimana untuk menyikapi hal tersebut. Author : Meliana Tesa -Host Family kedua saya, keluarga Bernsten- Lho, pindah family? Nah begini, kan saya bekerja dengan HostFam pertama saya sebelumnya selama 7 bulan. Namun dikarenakan Host Dad saya baru meresmikan usaha baru yang dia kelola, beliau akan mulai bekerja di rumah dengan laptopnya, jadi tidak perlu ke kantor lagi. Maka dari itu, beliau jadi memiliki waktu luang untuk menjemput anak-anak dan mengurus mereka. Suatu hari, HostMom bilang ke saya kalau saya mau tidak di "Transfer" ke teman baik mereka, keluarga Bernsten yang terdiri dari 2 anak berumur 2 dan 4 tahun. Mereka ini orang Swedia dan telah tinggal di Dubai selama 10 tahun dan anak-anaknya pun lahir dan besar di Dubai. Mereka baru saja kembali ke Swedia dan mencari Au Pair. Saya bilang "ya" karena saya juga tidak mau pulang ke Indonesia dahulu atau susah-susah mencari HostFam baru. Household Task Host Family pertama HostFam pertama dan kedua saya jelas memiliki jadwal dan susunan tugas Au Pair dengan berbeda. Dengan HostFam pertama, tugas saya adalah menyiapkan breakfast untuk anak-anak, membantu mereka bersiap-siap ke sekolah, mengantar jemput anak-anak dengan mobil, memasak Dinner untuk saya dan sekeluarga dari Senin-Jumat, bermain dengan anak-anak tentunya, menjemur, melipat baju sekeluarga, dan menyetrika 3-4 helai baju HostMom. Untuk tugas bersih-bersih, saya hanya perlu mem-vacuum lantai jika memang terlihat kotor. Rumah HostFam ini terbilang kecil, namun kebun yang mereka punya lumayan besar. Cleaning Lady pun datang setiap hari Kamis untuk deep cleaning seluruh bagian rumah. Saat saya berkerja dengan keluarga ini, menurut saya sangat santai sih dengan total waktu kerja saya yang tidak lebih dari 25 jam per minggu. Household Task Host Family kedua Nah, dengan HostFam kedua, mereka awalnya juga masih agak bingung dengan konsep Au Pair, karena di Dubai mereka tidak punya Au Pair, melainkan Nanny dan Cleaning Lady. Tapi HostFam saya yang pertama dengan sabar menjelaskan mereka dengan konsep Au Pair sebelum saya bergabung dengan keluarga mereka. Tugas saya di HostFam kedua ini adalah, membantu anak-anak bersiap-siap pagi hari sebelum berangkat ke sekolah, menjemput anak-anak dari sekolah dengan bus, memandikan anak-anak, serta memasak makan malam hanya untuk anak-anak saja, dan juga bermain dengan mereka hingga orang tua mereka kembali ke rumah (sekitar jam 6 sore). Jadi, setiap pagi memang santai untuk saya, karena HostMom saya yang mengantar mereka ke sekolah sekalian beliau berangkat kerja. Untuk household chores, tugas saya adalah menjemur dan melipat baju sekeluarga, termasuk menyetrika beberapa helai baju kerja Host Mom saja, serta bersih-bersih di seluruh bagian rumah. Bersih-bersih di seluruh bagian rumah? Bukannya itu terlalu banyak? Ya, jadi awalnya saat saya dan HostFam saya berdiskusi mengenai susunan jadwal dan tugas saya yang belum termasuk pekerjaan rumah tangga. Jika ditotalkan, jam kerja saya per minggu itu memang tidak sampai 25 jam. Jadi anggap saja saat pagi hari saya hanya butuh 20 menit-an untuk membantu anak-anak untuk bersiap pergi ke sekolah. Lalu setelah itu saya free sampai jam 4 sore, menjemput, memasak, dan bermain dengan anak-anak sampai jam 6 sore. Totalnya kira-kira hanya 2 jam 20 menit bekerja per harinya, ingat, belum termasuk pekerjaan rumah tangga ya. Nah, lalu untuk pekerjaan rumah tangga, mereka memang menanyakan, bagaimana enaknya untuk menyusun waktunya? Karena memang mereka masih mempunyai "Hak" untuk meminta saya membantu mereka selama 2 jam 40 menit lagi per hari nya. FYI, jadi saya kerja dari Senin-Jumat, 5 jam per hari maksimalnya. Untuk aturan Swedia, 25 jam adalah jam kerja maksimal per minggu untuk Au Pair. Mereka memang bilang bahwa saya tidak perlu kerja sampai 5 jam per hari. Kurang dari itu tidak apa-apa. Hanya saja mereka ingin saya untuk membantu dengan cucian baju sekitar 2x per minggu dan merapikan sofa atau mengelap meja makan setelah dinner. Untuk household chores, mereka bertanya apakah saya OK dengan memvacuum lantai 3-4x per minggu? Saya pikir dalam hati, waduh, 3-4 kali per minggu?! Kebetulan memvacuum lantai memang bukan pekerjaan favorit saya. Jadi saya bertanya, "Bagaimana jika saya bersih-bersih rumah 1x per minggu saja, tapi saya akan membersihkan seluruh bagian rumah secara detail, dan saya juga tidak keberatan untuk menvacuum lantai kapanpun saat lantai memang sudah benar-benar kotor?" Lalu merekapun mengiyakan. Saya pikir juga keluarga ini sudah sangat generous dan baik, saya pun jadi tidak keberatan untuk bebersih seluruh bagian rumah, yang saya kira tidak akan seberat kenyataanya saat dikerjakan :p Jadi yang saya lakukan saat bersih-bersih seluruh bagian rumah itu yang mungkin sekitar 3-4 kali lebih besar dari rumah HostFam pertama saya adalah : 1. Memvacuum dan mengepel lantai di seluruh kamar, kamar mandi, ruang keluarga, dapur. 2. Mengelap debu dan bercak air di kamar mandi (wastafel, meja, bathtub, sauna, dll) 3. Membersihkan toilet dan menyikat kloset. Nah, membersihkan toilet dan menyikat kloset ini yang sebenarnya membuat saya pernah berpikir, kok saya seperti pembantu ya, sampai saya harus membersihkan kloset orang lain? Mungkin saya terdengar berlebihan, namun sejujurnya memang saya tidak pernah melakukan hal itu. Dan ternyata melakukan hal itu bersamaan dengan deep-cleaning yang memakan 2-3 jam jika dikerjakan non-stop, juga mempengaruhi mood saya. Ibaratnya, saya sudah capek memvacuum, mengelap, dan mengepel lantai, eh penutupnya membersihkan toilet orang lain. Rasanya bete sekali. Tapi saya sadar, bahwa pertama, itu tugas saya, saya yang bernegosiasi seperti itu, saya yang ingin tugas saya seperti itu. Jadi saya tidak boleh mengeluh. Memang terkadang saya berpikir, "Kok miris banget ya, saya punya gelar S1 dari Universitas ternama, tapi saya bekerja seperti ini, menyikat kloset orang lain." Lalu cara saya untuk menyikapi perasaan tersebut adalah dengan berpikir logis dan menempatkan diri saya ke posisi Host Family saya : 1. Mereka adalah orang tua yang super sibuk. Mereka membutuhkan Au Pair untuk membantu mereka melakukan hal-hal yang membutuhkan waktu luang yang mereka tidak punya termasuk melakukan pekerjaan rumah tangga. 2. Mereka sudah mempunyai anak dan tidak membutuhkan "anak" lain yang manja dan hanya ingin tinggal di rumah mereka gratis, makan gratis, dapat uang saku, dan kerjanya santai-santai saja alias jadi princess. 3. Mereka mengeluarkan uang banyak juga untuk memiliki Au Pair. Akomodasi dan biaya hidup di Eropa khususnya Swedia sangatlah tinggi. Jadi, saya sudah mendapatkan itu semua secara cuma-cuma. Mereka pun memberikan pocket money yang lebih tinggi dari standar, asuransi gratis, kursus bahasa gratis, kartu transportasi gratis untuk saya, terkadang saya pun boleh memakai mobil mereka dengan bensin yang dibayarkan mereka juga. Selain itu, saya diberikan libur saat tanggal merah, dan 2 hari tambahan per bulan yang bisa saya kumpulkan untuk travelling. 4. Jam kerja saya tidak lebih dari 25 jam per minggu. Malahan kurang banyak dari 25 jam per minggu sebenarnya. Jadi, saya tidak perlu banyak mengeluh. Setelah saya berpikir seperti itu, saya pun sadar bahwa saya harusnya sangat bersyukur dengan semua yang mereka berikan, bersyukur dengan cara mereka memperlakukan saya seperti bagian dari keluarga mereka, dan tidak mengeluh hanya karena saya harus bersih-bersih seluruh bagian rumah dan menyikat kloset sekali seminggu. Toh, jika saya mencari HostFam lain belum tentu mereka lebih baik atau pekerjaannya lebih ringan. Oh ya, di Eropa itu semua orang terbiasa melakukan hal-hal tersebut dari semenjak mereka kuliah dan nge-kos sendiri. Tidak ada yang namanya pekerjaan yang status nya rendah. Semua orang sama. Itu yang saya suka dari menjadi Au Pair di Swedia. Tidak ada yang membeda-bedakan status orang lain berdasarkan ras, suku, bangsa, pekerjaan, agama, dll. Sekian dulu.. :)

    View All
    Pages (20)
    • Bali Au Pair Indonesia - Start Your European Journey and Life Experience NOW!

      Our Team Members I'm a title. ​Click here to edit me. Atika 1999-10-12 I'm a paragraph. To update me, go to the Data Manager. The Data Manager is where you store and collect data for your site. Read More

    • Bali Au Pair Indonesia - Start Your European Journey and Life Experience NOW!

      Hej! Hosting an Au Pair in Denmark ​ Requirements for Host Families in Denmark : ​ , and they must be registered at the same address. A family cannot host an Au Pair if there are no children under the age of 18 registered at their address. The host family must consist of at least one adult and one child under 18 If the parents do not live together, they can agree to have the Au Pair living with them in turns. Both parents must sign a contract with the Au Pair, and both parents must meet the conditions for being a host family. - a Thorough knowledge of Danish culture t least one of the parents in the host family must have a thorough knowledge of Danish culture and be able to communicate that knowledge to the Au Pair. Therefore, it is required that at least one of the parents is a Danish citizen, a EU citizen or has been living in Denmark for a extended period of time and is significantly attached to Denmark. Non-EU citizens with diplomatic status in Denmark cannot be a host family regardless of how long time the family has been living in Denmark. In addition, the host family must not be related to the Au Pair or be of the same nationality as the Au Pair. Public services None of the member of the host family can be supported by public benefits under the terms of the Active Social Policy Act. In the application form, family must declare not to be receiving public benefits at the time when the application is submitted. It is, however, allowed to receive minor occasional benefits that do not replace an actual income. Only one Au Pair at a time The host family is only allowed to have one Au Pair at a time. An overlap of maximum 14 days between a former and a new Au Pair is permitted, provided that the former Au Pair will pass on knowledge to the new Au Pair. Never misusing the Au Pair scheme The host family must not have previously misused the Au Pair scheme. If the host family previously misused the Au Pair scheme, the family may be excluded from using the scheme for a period - and you will not be able to get an au pair stay with the family. ​ ​Insurance The host family must take out 3 types of insurance covering the Au Pair: -Insurance against work-related injuries. -Insurance covering leisure time and accidents. -Insurance covering transportation to the Au Pair's home country in the case of the Au Pair's death, serious illness or injury. Co-financing of Danish education When all other conditions for a residence permit as an Au Pair has been met, SIRI will request the host family to pay a one-off payment of DKK 5,275 (2018 level). The fee will cover parts of the state’s expenses of offering Danish lessons. The payment of the fee is a condition for the Au Pair to be granted a residence permit. The fee must be paid once for each application. It does not make a difference whether the Au Pair previously have had another host family, whether the host family previously has had an Au Pair or whether the Au Pair do not want to make use of the offer to receive Danish lessons. The payment will not be refunded if the Au Pair do not come to Denmark, nor if the Au Pair contract is terminated. Preparation for the Au Pair ​ ​ The Au Pair working hours is 18-30 hours a week, not more than 3-5 hours per day. An Au Pair is granted a residence permit for one year, but no longer than the duration of the Au Pair contract. A six-month extension can be granted so that in exceptional cases the au pair may stay with the family for a maximum of 24 months. The pocket money your Au Pair should receive is minimum 4.250 DKK gross a month before tax. The Au Pair must be able to speak and understand a reasonable level of Danish, Swedish, Norwegian, English or German. ​ The Host Family has to pay for the Au Pair's ticket to and from Denmark if the Au Pair comes from outside EU. The Au Pair should be given enough spare time to attend a language course. The Au Pair receives free room and board. They have to be provided with free meals and an adequate room of their own in the house of the Host Family. The Au Pair has one-and-a-half day off every week. In addition, they have a right to a day off on official Danish national Holidays. Also, the Au Pair must be given the opportunity to participate in religious worship. In Denmark, there are no official regulations with regard to public holidays for Au Pairs. We recommend that Au Pairs have a day off on public holidays. Only in exceptional cases Au Pairs should work on public holidays. The Host Family should discuss this with their Au Pair beforehand. Please see the following page concerning (only in Danish). ​Working hours Duration of stay Pocket money Language requirements Travel costs Language course Room and board Days off Holidays the holidays regulations for au pairs in Denmark Au Pair Contract, Insurance, Driving License, etc. ​ The Au Pair and the Host Family have to sign an Au Pair contract. In Denmark, this contract is already included in . The Au Pair contract may be signed for a maximum of 24 months. The Au Pair contract is needed to apply for a residence permit. Residence permit: Contract the application form for a residence permit In order to be granted a residence permit, the Au Pair must have linguistic knowledge in one of the following languages: Danish, Swedish, Norwegian, English or German. A residence permit can only be issued if the Au Pair has not previously held a residence permit. If the applicant has been legally residing in another country for the last three months or more, they are allowed to submit the application at a Danish embassy or consulate in the country where they have been residing for the last 3 months. The Au Pair contract which is signed by both parties, the Host Family and the Au Pair, is already included in the application form for a residence permit. Indonesian Au Pairs must apply for an Au Pair Residence Permit at the Immigration Service. Indonesian Au Pairs should apply for the residence permit in Indonesia at the Danish diplomatic mission (embassy or consulate general) before entering the country. The embassy or consulate will forward their application form to the , where it will be processed. The tasks performed by an Au Pair are not considered as work. For this reason, they do not need a work permit. Attention: Nevertheless, the Au Pair is not allowed to take up additional work, paid or unpaid. But the relationship between the Au Pair and the Host Family is regarded as a relationship between employee and employer and is thus subject to Danish laws regarding holidays and taxation. Please contact the Danish tax authority for more information. Should the Au Pair fall ill during their stay, it is the responsibility of the Host Family to provide free food, lodging and sufficient care until necessary further arrangements have been made. It is furthermore the responsibility of the Host Family to sign the Au Pair up for health insurance. They can do this at the local Citizen's Service Centre ( ). The Au Pair will get a so-called CPR number and 'health card' there. Clarify with your Au Pair whether it will be necessary to drive and also if the Au Pair feels comfortable driving. Indonesian Au Pairs can apply for the International Driving License in Indonesia and it is valid for driving in most of the countries including Denmark. ​In Indonesia, the driving lane is on the left side and it would be a great idea if your Au Pair get the chance to practice for couple of days in Denmark before they drive in the main road. Also discuss with your Au Pair what will happen in the event of an accident? Who pays for the damage? It is recommended to put this agreement in writing. Danish Immigration Service Work permit / taxes SKAT Health insurance Borgerservice Car driving and driving licence Register for FREE as a Host Family

    • Bali Au Pair Indonesia - Start Your European Journey and Life Experience NOW!

      Informasi Program Bali Au Pair Program Bali Au Pair Indonesia adalah suatu program untuk kamu yang menyukai anak - anak, berjiwa adventurous, dan tertarik untuk mengenal budaya dan bahasa lain khususnya Eropa dengan cara tinggal bersama suatu keluarga asuh (Host Family) di suatu negara Eropa Barat seperti Belanda , Perancis , dan juga di Negara-negara Skandinavia, termasuk Swedia , Denmark , dan Norwegia . Saat kamu menjadi Au Pair, biaya akomodasi, makan, asuransi, dan juga kursus bahasa (kecuali Perancis) akan dibiayai oleh mereka selama kamu tinggal disana. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan uang saku setiap bulannya yang berkisar antara 5-10 juta Rupiah beserta hari libur yang bisa kamu gunakan untuk menjelajahi negara-negara Eropa lainnya bahkan Asia dan Afrika terdekat. ​ Sebagai timbal balik, kamu diharuskan mengasuh dan bermain dengan anak HF dengan jam kerja tertentu yang tidak lebih dari 25-30 jam kerja per minggunya. Sisa waktu yang kamu punya dapat digunakan untuk mengikuti kursus bahasa, Voluntary Work, atau acara-acara lain yang bermanfaat. Saat kamu menjadi Au Pair, kamu akan mempunyai dua tugas, yaitu ; Membantu mengurus anak Host Family seperti mengantar jemput anak mereka dari dan ke sekolah, bermain dengan mereka, dan juga memasak masakan simpel untuk sarapan dan makan malam. ​ ​ Membantu pekerjaan rumah tangga ringan seperti mengelap meja, memasukan piring kotor ke mesin cuci piring, menyedot debu, mencuci baju anak-anak, dan terkadang juga menyetrika. ​ Kalau begitu, Au Pair sama dengan Baby Sitter atau Pembantu dong? Hal ini sering dilontarkan oleh mereka yang baru pertama kali mendengar Program Au Pair. Jawabannya , TIDAK SAMA . Ini perbedannya ;​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ Di Negara Skandinavia ; Swedia, Norwegia, dan Denmark, begitu pula dengan Belanda dan Perancis memiliki undang-undang sendiri mengenai Program Au Pair, dan perlu diketahui bahwa penduduk disana sangat mematuhi peraturan, jadi sangat kecil kemungkinan Au-Pair akan mendapatkan perlakukan tidak wajar dari Host Family disana. Bahkan banyak Au Pair Indonesia yang telah pergi ke negara-negara tersebut, terkejut karena melihat sambutan dari Host Family yang begitu ramah, misalkan saat mereka menjemput di bandara, mereka memberikan surprise, ada juga yang ketika Au Pair baru datang, Host Family memberikan pesta kecil dengan mengundang tetangga atau keluarga besarnya, ada yang sampai menyiapkan peralatan musim dingin husus untuk Au Pair-nya, ada yang diajak travelling hingga ke Maroko, Spanyol, hingga ke Amerika, dan berbagai hal lain yang mereka tidak sangka akan mereka dapatkan dengan menjadi Au Pair ke Skandinavia dan Belanda. Apakah Baby Sitter atau pembantu juga mendapatkan hal yang sama seperti di atas ? Tidak, bukan? Jadi, Program Au Pair itu tidak bisa disamakan dengan Baby Sitter atau Pembantu, karena memang Au Pair adalah bagian dari keluarga. ​ ​ Mengapa kamu harus mengikuti Program Au Pair? ​ Travelling murah di Eropa​ Program Bali Au Pair memberikan kamu kesempatan untuk jalan-jalan ke negara lain khususnya di Eropa dengan mudah, biaya yang terjangkau, dan praktis. Pengetahuan menjadi lebih luas Saat menjadi Au Pair, kamu akan mengenal budaya dan bahasa lain yang pastinya sangat berbeda dengan budaya dan bahasa kita. Dengan begitu, pengetahuanmu akan menjadi lebih luas dan kamu akan menjadi lebih openminded dan bertoleransi terhadap perbedaan. Selain kursus bahasa lokal akan kamu dapatkan secara gratis disana, kemampuan Bahasa Inggrismu pun akan meningkat karena kamu akan diharuskan untuk sering berbicara Bahasa Inggris dengan anak-anak mereka. Pengembangan diri Dengan tinggal di negara lain jauh dari sanak saudara dan teman-teman, kamu seperti dilatih untuk menjadi lebih mandiri, bermental kuat, dan berani dalam mengambil keputusan. Sikap seperti ini tentu saja akan berguna di hidup kamu kelak. Pengalaman baru yang tak terlupakan Tentunya banyak hal berbeda dari Indonesia di Skandinavia. Disana kamu bisa mencoba bermain ski, selancar salju, pulka, dan banyak macam aktifitas lainnya yang kamu tidak dapat lakukan di Indonesia. Seru kan? Mengapa Bali Au Pair?​ Berbeda dengan Au Pair Agensi lainnya, saat mengikuti Program Bali Au Pair kamu akan mendapatkan banyak bantuan dan layanan selama kamu menjadi Au Pair untuk mempersiapkan kamu sematang mungkin dan meminimalisasi cultural shock sebelum dan saat kamu menjadi Au Pair di negara pilihanmu, termasuk : ​ Konsultasi gratis mengenai Au Pair Biaya sangat terjangkau dibandingkan agensi lain Bimbingan penulisan Host Family Letter Pencarian Host Family di Skandinavia dan Belanda yang sesuai dengan dan kriteria-mu personality Bantuan beserta pembuatan Visa Au Pair E-book panduan saat menjadi Au Pair ​ Bukan hanya itu saja, Bali Au Pair akan selalu membantu kamu disana nanti meliputi Tips tinggal di negara yang kamu tuju, travel tips di Eropa, mediasi saat ada masalah dengan Host Family, pencarian Host Family baru, serta bantuan mengenai masalah-masalah personal yang mungkin akan terjadi. Program Bali Au Pair memungkinkan kamu untuk mendapat pengalaman-pengalaman unik yang tak akan terlupakan dengan mengenal budaya dan bahasa lain, dan pastinya juga untuk menjelajahi dunia dengan mudah. ​ ​Jadilah Au Pair sekarang! ​​ Jam kerja 25-30 jam/minggu atau 5-6 jam/hari Pekerjaan ringan rumah tangga Fasilitas kursus Bahasa setempat Dianggap seperti bagian keluarga sendiri Au Pair Baby Sitter / pembantu ​ Jam kerja sekitar 8-10 jam per hari Pekerjaan bersih-bersih di seluruh bagian rumah Tidak ada fasilitas kursus Bahasa setempat Hanya sebatas antara pekerja dan bos / majikan Apa saja tugas seorang Au Pair? TESTIMONIAL FATIMAH Menjadi Au Pair artinya siap menjadi jiwa yang mandiri I learned a lot and it such an unforgettable experience! TESA IRA It really is an adventure for me! TESTIMONIAL " Exploring new places and meeting people from different background opens my mind that diversity is inevitable." -Au Pair Nurina, Sweden "One of the most memorable experiences of my life" -Au Pair Amalia, Denmark IRA "Program Au Pair itu cocok untuk gap year sebelum rutinitas kerja dimulai" -Au Pair Mira, Sweden "Menjadi Au Pair artinya siap menjadi jiwa yang mandiri." -Au Pair Fatimah, Norway "I learned a lot and it such an unforgettable experience!" -Au Pair Tesa, Sweden "It really is an adventure for me!" -Au Pair Ira, Denmark Quick links Daftar sekarang Biaya Program dan Tahapan Pembayaran How to be an Au Pair? About Us Contact Us Au Pair Blogs Destinasi Program Swedia • Denmark • Norwegia • Belanda • Perancis LIHAT DESTINASI PROGRAM SEKILAS INFO TENTANG BALI AU PAIR Bali Au Pair adalah Agen Au Pair pertama di Indonesia yang membantu para calon Au Pair untuk melakukan Program Au Pair di Negara-negara Skandinavia termasuk Swedia, Denmark, dan Norwegia dengan biaya terjangkau. Di tahun 2019, Bali Au Pair juga membuka tujuan baru untuk Program Au Pair yaitu Perancis dan Belanda. Dengan berbekal pengalaman pribadi sebagai Au Pair di Swedia dan Denmark, kami bekerja bukan semata hanya untuk kepentingan bisnis, namun dengan keinginan untuk membantu pemuda-pemudi Indonesia untuk mendapatkan pengalaman tak terlupakan seperti yang kami dapatkan sebagai Au Pair, yaitu ; menjelajahi belahan dunia khususnya Eropa dengan budaya yang berbeda, yang kedepannya akan menghasilkan pribadi yang lebih mandiri, kuat, dan lebih bertoleransi terhadap perbedaan. Itulah alasan mengapa Bali Au Pair saat ini masih menjadi Agen Au Pair satu-satu nya di Indonesia yang memiliki biaya Au Pair paling rendah. Tim Bali Au Pair membantu para calon Au Pair dari A-Z, mulai dari proses pendaftaran, informasi detail tentang Program Au Pair, pencarian Host Family, pembuatan Visa Au Pair, infomasi penting lainnya, serta panduan tentang kehidupan Au Pair dan tips mengenai negara pilihan yang kamu tuju. Bali Au Pair selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik and tetap belajar untuk menjadi lebih baik. Maka dari itu, Bali Au Pair sangat terbuka dengan saran dan kritik dari anda semua. ​Terima kasih.

    View All

For Au Pair

For Host Family


Work with Us

  • Black Facebook Icon
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon

©2019 by Bali Au Pair Indonesia. All right reserved.