top of page

Search Results

28 items found for ""

Blog Posts (6)

  • ARE YOU HIRING AN AU PAIR FROM NON-EU?

    Today, hosting an Au Pair from outside EU has interest many Host Families in Scandinavia. Different culture, language, and custom adds a little “uniqueness” and makes their family daily life more interesting. Au Pairs who come from the other side of the globe are often more likely to have had to put proper thought into what they’d like their Au Pair year to look like. They are also less liable to see the relationship as a casual commitment with a few hours of work here and there. Au Pairs coming from outside of the EU are often be much more open to designing a relationship that works for both parties, as long as you pay fairly, and the job list is made clear at the start. Besides, as they have also put so much effort and commitment to come to your country to learn about the language and culture, they are more likely to stay with your family until the agreed contract (1-2 years). However, although hosting an Au Pair from outside EU can take you a little longer time to prepare, we suggest you to start looking from around 3-4 months in prior as both of you need to prepare some documents to apply and to wait for the Au Pair Visa. Never ever look for one last minute!! With Bali Au Pair, we help you finding the right Au Pair for your family. Not ONLY they have passed our qualification, they are well-informed and trained before they come to your family so that they will less likely find a cultural shock and understand about what Scandinavian families expect. Register NOW as Host Family - as always, we don’t charge any fee to Host Families at all! ;)

  • 5 Ways To Spend Quality Time With Your Kids When You Have No Time

    We understand when you need to get the project done by next week, or preparing your material for the conference in 2 weeks, or even when you just generally have too much things to do with your job, balancing your time with working and spending time with kids could be a little challenge sometime. But, here are the 5 best tips from us you want to use to spend a quality time with your kids. Remember, your presence as a parent plays an important role for your kids' development! 1. One-to-one time Spending time with your kid alone is best when you are doing something you both enjoy. It may be the time when the Mum spend time with the older one and Dad is with the little one. This could mean playing frisbee at the park, bike around the lake or simply watch Frozen at the cinema. Most kids would say that once a month is the minimum frequency of this one-to-one time. 2. Let the kids participate in your task We all know that kids like to help and be involved in many things. From baking cakes to even clean up the kitchen! Are you cooking for the dinner tonight? Let them help you with the preparation. Are you gardening today? Let them contribute by picking up the weed. It might be a little messy or even take a longer time at first, but you will see that the kids will become your greatest helpers and they will look back and remember that “before dinner” was always special time with you. 3. Read them a story book before bed Though the reason that you send your kids to school/daycare from 7am to 5pm is your busy work, we surely understand that spending at least an hour or two with your kids everyday would be important for your kids development. Also, a 30-minutes time of reading story book to the kids before bed wouldn't take your much time, instead, it can actually make your kids feel loved and close to you. 4. Let them be around you When you still need to do some work on your laptop after work, or on the weekend, let your kids play with their own toys by sitting near / next to you. Though you both will do your own things, your presence will still make them feel close to you. 5. Host an Au Pair Hosting an Au Pair is the best solution for a very busy family, An Au Pair would support your family with providing childcare for your kids when you are at work. But at the same time, they can also help you with light household chores. This way, you can use your limited spare time to spend with the kids rather than using it to do the light household routines. Want to host a reliable and qualified Au Pair with no matching and registration fee? Register as a family NOW! #FamilyTips #ParentsTips #HostingAnAuPair #QualityTimeWithKids #MommyLife

  • "Kok Aku Merasa Seperti Pembantu Ya?"

    Seringkali pertanyaan itu muncul di dalam hati para Au Pair yang baru saja menginjakkan kaki di negara pilihan mereka untuk menjadi Au Pair. Rasanya, kok saya disuruh membereskan kamar orang lain, melipat baju orang lain, membersihkan dapur, bahkan membersihkan toilet. Disini, saya ingin berbagi pengalaman Au Pair saya di Swedia tahun 2016-2017 dengan Host Family kedua saya, dengan perasaan seperti itu dan bagaimana untuk menyikapi hal tersebut. Author : Meliana Tesa -Host Family kedua saya, keluarga Bernsten- Lho, pindah family? Nah begini, kan saya bekerja dengan HostFam pertama saya sebelumnya selama 7 bulan. Namun dikarenakan Host Dad saya baru meresmikan usaha baru yang dia kelola, beliau akan mulai bekerja di rumah dengan laptopnya, jadi tidak perlu ke kantor lagi. Maka dari itu, beliau jadi memiliki waktu luang untuk menjemput anak-anak dan mengurus mereka. Suatu hari, HostMom bilang ke saya kalau saya mau tidak di "Transfer" ke teman baik mereka, keluarga Bernsten yang terdiri dari 2 anak berumur 2 dan 4 tahun. Mereka ini orang Swedia dan telah tinggal di Dubai selama 10 tahun dan anak-anaknya pun lahir dan besar di Dubai. Mereka baru saja kembali ke Swedia dan mencari Au Pair. Saya bilang "ya" karena saya juga tidak mau pulang ke Indonesia dahulu atau susah-susah mencari HostFam baru. Household Task Host Family pertama HostFam pertama dan kedua saya jelas memiliki jadwal dan susunan tugas Au Pair dengan berbeda. Dengan HostFam pertama, tugas saya adalah menyiapkan breakfast untuk anak-anak, membantu mereka bersiap-siap ke sekolah, mengantar jemput anak-anak dengan mobil, memasak Dinner untuk saya dan sekeluarga dari Senin-Jumat, bermain dengan anak-anak tentunya, menjemur, melipat baju sekeluarga, dan menyetrika 3-4 helai baju HostMom. Untuk tugas bersih-bersih, saya hanya perlu mem-vacuum lantai jika memang terlihat kotor. Rumah HostFam ini terbilang kecil, namun kebun yang mereka punya lumayan besar. Cleaning Lady pun datang setiap hari Kamis untuk deep cleaning seluruh bagian rumah. Saat saya berkerja dengan keluarga ini, menurut saya sangat santai sih dengan total waktu kerja saya yang tidak lebih dari 25 jam per minggu. Household Task Host Family kedua Nah, dengan HostFam kedua, mereka awalnya juga masih agak bingung dengan konsep Au Pair, karena di Dubai mereka tidak punya Au Pair, melainkan Nanny dan Cleaning Lady. Tapi HostFam saya yang pertama dengan sabar menjelaskan mereka dengan konsep Au Pair sebelum saya bergabung dengan keluarga mereka. Tugas saya di HostFam kedua ini adalah, membantu anak-anak bersiap-siap pagi hari sebelum berangkat ke sekolah, menjemput anak-anak dari sekolah dengan bus, memandikan anak-anak, serta memasak makan malam hanya untuk anak-anak saja, dan juga bermain dengan mereka hingga orang tua mereka kembali ke rumah (sekitar jam 6 sore). Jadi, setiap pagi memang santai untuk saya, karena HostMom saya yang mengantar mereka ke sekolah sekalian beliau berangkat kerja. Untuk household chores, tugas saya adalah menjemur dan melipat baju sekeluarga, termasuk menyetrika beberapa helai baju kerja Host Mom saja, serta bersih-bersih di seluruh bagian rumah. Bersih-bersih di seluruh bagian rumah? Bukannya itu terlalu banyak? Ya, jadi awalnya saat saya dan HostFam saya berdiskusi mengenai susunan jadwal dan tugas saya yang belum termasuk pekerjaan rumah tangga. Jika ditotalkan, jam kerja saya per minggu itu memang tidak sampai 25 jam. Jadi anggap saja saat pagi hari saya hanya butuh 20 menit-an untuk membantu anak-anak untuk bersiap pergi ke sekolah. Lalu setelah itu saya free sampai jam 4 sore, menjemput, memasak, dan bermain dengan anak-anak sampai jam 6 sore. Totalnya kira-kira hanya 2 jam 20 menit bekerja per harinya, ingat, belum termasuk pekerjaan rumah tangga ya. Nah, lalu untuk pekerjaan rumah tangga, mereka memang menanyakan, bagaimana enaknya untuk menyusun waktunya? Karena memang mereka masih mempunyai "Hak" untuk meminta saya membantu mereka selama 2 jam 40 menit lagi per hari nya. FYI, jadi saya kerja dari Senin-Jumat, 5 jam per hari maksimalnya. Untuk aturan Swedia, 25 jam adalah jam kerja maksimal per minggu untuk Au Pair. Mereka memang bilang bahwa saya tidak perlu kerja sampai 5 jam per hari. Kurang dari itu tidak apa-apa. Hanya saja mereka ingin saya untuk membantu dengan cucian baju sekitar 2x per minggu dan merapikan sofa atau mengelap meja makan setelah dinner. Untuk household chores, mereka bertanya apakah saya OK dengan memvacuum lantai 3-4x per minggu? Saya pikir dalam hati, waduh, 3-4 kali per minggu?! Kebetulan memvacuum lantai memang bukan pekerjaan favorit saya. Jadi saya bertanya, "Bagaimana jika saya bersih-bersih rumah 1x per minggu saja, tapi saya akan membersihkan seluruh bagian rumah secara detail, dan saya juga tidak keberatan untuk menvacuum lantai kapanpun saat lantai memang sudah benar-benar kotor?" Lalu merekapun mengiyakan. Saya pikir juga keluarga ini sudah sangat generous dan baik, saya pun jadi tidak keberatan untuk bebersih seluruh bagian rumah, yang saya kira tidak akan seberat kenyataanya saat dikerjakan :p Jadi yang saya lakukan saat bersih-bersih seluruh bagian rumah itu yang mungkin sekitar 3-4 kali lebih besar dari rumah HostFam pertama saya adalah : 1. Memvacuum dan mengepel lantai di seluruh kamar, kamar mandi, ruang keluarga, dapur. 2. Mengelap debu dan bercak air di kamar mandi (wastafel, meja, bathtub, sauna, dll) 3. Membersihkan toilet dan menyikat kloset. Nah, membersihkan toilet dan menyikat kloset ini yang sebenarnya membuat saya pernah berpikir, kok saya seperti pembantu ya, sampai saya harus membersihkan kloset orang lain? Mungkin saya terdengar berlebihan, namun sejujurnya memang saya tidak pernah melakukan hal itu. Dan ternyata melakukan hal itu bersamaan dengan deep-cleaning yang memakan 2-3 jam jika dikerjakan non-stop, juga mempengaruhi mood saya. Ibaratnya, saya sudah capek memvacuum, mengelap, dan mengepel lantai, eh penutupnya membersihkan toilet orang lain. Rasanya bete sekali. Tapi saya sadar, bahwa pertama, itu tugas saya, saya yang bernegosiasi seperti itu, saya yang ingin tugas saya seperti itu. Jadi saya tidak boleh mengeluh. Memang terkadang saya berpikir, "Kok miris banget ya, saya punya gelar S1 dari Universitas ternama, tapi saya bekerja seperti ini, menyikat kloset orang lain." Lalu cara saya untuk menyikapi perasaan tersebut adalah dengan berpikir logis dan menempatkan diri saya ke posisi Host Family saya : 1. Mereka adalah orang tua yang super sibuk. Mereka membutuhkan Au Pair untuk membantu mereka melakukan hal-hal yang membutuhkan waktu luang yang mereka tidak punya termasuk melakukan pekerjaan rumah tangga. 2. Mereka sudah mempunyai anak dan tidak membutuhkan "anak" lain yang manja dan hanya ingin tinggal di rumah mereka gratis, makan gratis, dapat uang saku, dan kerjanya santai-santai saja alias jadi princess. 3. Mereka mengeluarkan uang banyak juga untuk memiliki Au Pair. Akomodasi dan biaya hidup di Eropa khususnya Swedia sangatlah tinggi. Jadi, saya sudah mendapatkan itu semua secara cuma-cuma. Mereka pun memberikan pocket money yang lebih tinggi dari standar, asuransi gratis, kursus bahasa gratis, kartu transportasi gratis untuk saya, terkadang saya pun boleh memakai mobil mereka dengan bensin yang dibayarkan mereka juga. Selain itu, saya diberikan libur saat tanggal merah, dan 2 hari tambahan per bulan yang bisa saya kumpulkan untuk travelling. 4. Jam kerja saya tidak lebih dari 25 jam per minggu. Malahan kurang banyak dari 25 jam per minggu sebenarnya. Jadi, saya tidak perlu banyak mengeluh. Setelah saya berpikir seperti itu, saya pun sadar bahwa saya harusnya sangat bersyukur dengan semua yang mereka berikan, bersyukur dengan cara mereka memperlakukan saya seperti bagian dari keluarga mereka, dan tidak mengeluh hanya karena saya harus bersih-bersih seluruh bagian rumah dan menyikat kloset sekali seminggu. Toh, jika saya mencari HostFam lain belum tentu mereka lebih baik atau pekerjaannya lebih ringan. Oh ya, di Eropa itu semua orang terbiasa melakukan hal-hal tersebut dari semenjak mereka kuliah dan nge-kos sendiri. Tidak ada yang namanya pekerjaan yang status nya rendah. Semua orang sama. Itu yang saya suka dari menjadi Au Pair di Swedia. Tidak ada yang membeda-bedakan status orang lain berdasarkan ras, suku, bangsa, pekerjaan, agama, dll. Sekian dulu.. :)

View All

Other Pages (21)

  • Bali Au Pair Indonesia - Start Your European Journey and Life Experience NOW!

    Au Pair Information ​ An affordable child care option Hosting an Au Pair in your home is one of the most affordable forms of childcare available. By hosting an Au Pair, you will get support in childcare and household chores with a very affordable cost. In return, you will provide the Au Pair with free language course, board and lodging at your home, and pocket money. Flexible live-in child care Au Pairs provide your children with personal care in the familiar environment of your home. Your Au Pair will arrange her weekly working hours to fit your own schedule. In addition to caring for your children, an Au Pair can also assist you with household responsibilities, such as preparing your children's meals and helping them to keep their rooms neat, as well as driving them to and from school, appointments, and activities. English skill improvement By hosting an English speaking Au Pair from other country, it lets children to get used to English language at home and to have more courage to speak English. Why hosting an Au Pair? How To Host An Au Pair? What is expected from an Au Pair? Cultural interaction An Au Pair should be willing to share with the host family, especially the children, what life is like in his/her country. Even teaching the children a bit of the language is encouraged. Children typically respond well to this type of interaction, and it helps them to understand how the world is different in different places. ​ Childcare support Child care is defined by the parents and may include diaper changing, bathing, dressing, and transportation to and from school, feeding, playing, and general interaction. ​ Household chores Light housework. This means that the Au Pair keeps her/his personal space neat and tidy, does her/his own laundry, shares the duty of laundry with the host family (as reasonable), and shares with the host family the job of keeping the area used by the children neat and tidy, as well as her/his own space. ​ What are NOT an Au Pair task? Au Pairs are NOT expected to do a heavy household chores and work more than the working hours limit according to the country Au Pair Scheme. Au Pair is NOT a Housemaid / Cleaning Lady. Why Bali Au Pair? FREE Agency service - no hidden cost! Bali Au Pair do not charge Host Family with any fee since we do require our Au Pairs to pay a small fee to us for our service and support before and during their arrival in the destination country. *Please note this does NOT apply for Families in The Netherlands. ​ Carefully screened Au Pairs Our Au Pairs have personally been interviewed in English and passed our selection process including Personality test and Educational background screening. Besides, all of our Au Pairs are able to provide Medical Certificate and Police Certificate. All references are verified. We also only select those candidates whom we have complete confidence in. Personalized matching Through our personalized matching process, we will professionally match your family with an Au Pair. We evaluate your child care needs, lifestyle, and personality when selecting the best Au Pair for your family. With our unique one-to-one matching process, you can be assured you have the exclusive choice of an Au Pair. You will not be competing with other families for your desired candidate. VIDEOS Find Out How To Find The Right Au Pair Safely And Easily! Bali Au Pair V.S Other agencies Prepared Au Pairs With our personal experiences as Au Pairs in Sweden, Denmark, and The Netherlands, we have created important guide E-books for our Au Pairs. Au Pairs will be guided before their departure and receive copies of Au Pair Guide E-Book of Au Pair work etiquette, living with a Host Family rules, etc. They will also receive a basic language guidance E-book of commonly used phrases in an Au Pair's daily life. All these guidances help our Au Pairs to be more ready and prepared once they arrive in the destination country. ​ Documents Support Bali Au Pair help Host Families and Au Pairs from A-Z, from consultation, matching process, to documents and visa submission. F.A.Q ​ From the Blogs ARE YOU HIRING AN AU PAIR FROM NON-EU? 0 5 Ways To Spend Quality Time With Your Kids When You Have No Time 0 "Kok Aku Merasa Seperti Pembantu Ya?" 0

  • Bali Au Pair Indonesia - Start Your European Journey and Life Experience NOW!

    Menjadi Nanny di China 成为中国的保姆 Mungkin kamu sudah paham mengenai Program Bali Au Pair yang dimana merupakan Program yang diperuntukan untuk kamu yang menyukai anak - anak, berjiwa adventurous, dan tertarik untuk mengenal budaya dan bahasa lain. Nah, begitu pula dengan Program Bali Au Pair - Nanny (BAPN) . Program Bali Au Pair dan Program BAPN pada dasarnya memiliki konsep yang sama, dimana Au Pair dan Nanny akan berkesempatan untuk tinggal bersama suatu keluarga asuh di luar negeri untuk merasakan dan mengenali budaya dan bahasa setempat, tanpa harus khawatir dengan biaya hidup dan akomodasi. Baik Program Bali Au Pair maupun Program BAPN, tugas seorang Au Pair dan/atau Nanny adalah membantu keluarga asuh tersebut dalam hal Childcare dan pekerjaan ringan rumah tangga dengan jam kerja yang telah ditentukan. Namun, lain Program Bali Au Pair, lain juga Program BAPN. Dengan mengikuti Program BAPN, jam kerjamu akan lebih banyak dari jam kerja Au Pair, dan tentunya juga kamu akan mendapatkan uang saku / gaji yang jauh lebih besar dari Au Pair. Tapi jangan salah, kamu juga akan mendapatkan kursus bahasa China, biaya makan dan tempat tinggal yang dibiayai oleh Host Family-mu nanti. Jadi, kamu tetap masih bisa mendapatkan keuntungan yang sama seperti Au Pair, hanya saja dengan jam kerja dan uang saku yang berbeda. Bali Au Pair bekerja sama dengan Agen Nanny ternama di China yang sudah berpengalaman lebih dari 9 tahun dan sudah membantu lebih dari 1000 Nannies dan Families di China untuk Program ini. Jadi, kamu akan mendapatkan bantuan oleh Agen partner kami selama masa tinggalmu di China. Mengapa Program Bali Au Pair - Nanny (BAPN) di China? Eksplorasi negara China dengan mudah Program BAPN di China memberikan kamu kesempatan untuk mengeksplor China dengan mudah dan terjangkau. Dan tahukah kamu bahwa Korea dan Jepang adalah negara tetangga China? Jadi kamu juga bisa mampir ke Korea atau Jepang dengan mudah lho! Pengetahuan menjadi lebih luas Dengan menjadi Nanny di China, kamu akan mengenal salah satu budaya tertua di dunia! Tentunya budaya China berbeda dengan budaya kita, meskipun negara China masih bertempat di benua yang sama dengan Indonesia. Saat kamu merasakan tinggal dan mengenal budaya di China sehari-hari, kamu akan dilatih untuk memahami dan menghargai perbedaan dan kamu akan menjadi lebih openminded tentunya. Bahasa Semakin tahun, semakin banyak masyarakat Eropa, Russia, Amerika, Afrika, dan Asia, khususnya Jepang dan Korea, yang berbondong-bondong datang ke China hanya untuk belajar bahasa Mandarin dengan harapan peluang kerja yang lebih baik di bidang-bidang seperti perjalanan, media berita, akademisi, kerja diplomatik, keuangan, perdagangan, perbankan dan banyak lagi. Dengan China sebagai negara adikuasa ekonomi yang berkembang sangat pesat, memahami bahasa Mandarin menjadi hal yang sangat penting di perkembangan zaman ini. Selain itu, tentunya Bahasa Inggris-mu juga akan terlatih, karena kamu diharuskan untuk berbicara Bahasa Inggris dengan anak-anak keluarga asuhmu. Pengembangan diri Dengan tinggal di negara lain jauh dari sanak saudara dan teman-teman, kamu seperti dilatih untuk menjadi lebih mandiri, bermental kuat, dan berani dalam mengambil keputusan. Sikap seperti ini tentu saja akan berguna di hidup kamu kelak. Pengalaman baru yang tak terlupakan Tentunya banyak hal berbeda dari Indonesia dan China . Disana kamu bisa melihat alam yang sangat cantik dan China itu bersalju lho! Jadi kamu juga bisa mencoba untuk bermain ski, selancar salju, dan banyak macam aktifitas lainnya yang kamu tidak dapat lakukan di Indonesia. Seru kan? ​ ​Mengapa Bali Au Pair? Terpercaya Berbeda dengan Agensi-agensi Au Pair dan Nanny lainnya, kami telah ditunjuk oleh Agensi partner kami di China untuk membantu proses seleksi Nanny, Bali Au Pair juga membantu para Nanny dalam bentuk penyuluhan mengenai mengasuh anak-anak, etika apa saja yang harus diperhatikan saat tinggal dengan Host Family, dan masih banyak lagi. Kami juga akan selalu membantu dalam jalannya program saat para Nanny telah berada di China. Biaya yang saat terjangkau Bali Au Pair adalah Agen Au Pair dan Nanny Indonesia dengan biaya termurah. Kami tidak bekerja semata-mata untuk kepentingan bisnis, melainkan dengan passion untuk membantu dan mendukung pemuda pemudi Indonesia untuk menjelajahi dan mengenali budaya dan bahasa lain dengan tinggal bersama suatu Host Family seperti yang Bali Au Pair team dapatkan sebagai Au Pair beberapa tahun silam lalu. Durasi Program Minimal 6 bulan, maksimal 12 bulan Jam Kerja Dibicarakan saat wawancara dengan Host Family Hari Libur 1,5 hari per minggu Uang Saku Minimal 5000 RMB atau sekitar 10, 5 juta Rupiah Kursus Bahasa Mandarin Dibiayai oleh Host family, dan kursus akan didapatkan oleh Nanny min. 4 kali per minggu Akomodasi & Makanan Ditanggung oleh Host Family Visa Dibiayai oleh Host Family Asuransi Dibiayai oleh Host Family Tiket Pesawat Ditanggung oleh Host Family ​Syarat Utama Menyukai anak-anak Minimal berijazah SMA Berusia diantara 18 - 35 tahun Kemampuan Bahasa Inggris minimal di level intermediate Mempunyai sikap tanggung jawab dan disiplin Mempunyai mental yang kuat, tidak manja, dan mandiri Memiliki pengalaman mengasuh anak- anak setidaknya dengan sepupu, adik, dll Flexible dengan Host Family yang terkadang membutuhkan bantuan kamu diluar working schedule ​​ Syarat dokumen Passport yang masih berlaku minimal 2 tahun ​Fotokopi KK, pas foto, dan Akte Lahir (Hanya untuk tujuan Denmark) Surat Keterangan Catatan Kepolisian jika diminta oleh Host Family Sertifikat Kesehatan / Medical Certificate jika diminta oleh Host Family Proses Mengisi Formulir Pendaftaran Online Membayar biaya pendaftaran Wawancara seleksi dengan pihak Bali Au Pair Proses pencarian Host Family Pembuatan Visa Keberangkatan Nanny ke negara tujuan Biaya dan Tahapan Mohon mengunduh file tahapan dan rincian biaya disini

View All
bottom of page