Search Results

30 items found

Blog Posts (6)

  • ARE YOU HIRING AN AU PAIR FROM NON-EU?

    Today, hosting an Au Pair from outside EU has interest many Host Families in Scandinavia. Different culture, language, and custom adds a little “uniqueness” and makes their family daily life more interesting. Au Pairs who come from the other side of the globe are often more likely to have had to put proper thought into what they’d like their Au Pair year to look like. They are also less liable to see the relationship as a casual commitment with a few hours of work here and there. Au Pairs coming from outside of the EU are often be much more open to designing a relationship that works for both parties, as long as you pay fairly, and the job list is made clear at the start. Besides, as they have also put so much effort and commitment to come to your country to learn about the language and culture, they are more likely to stay with your family until the agreed contract (1-2 years). However, although hosting an Au Pair from outside EU can take you a little longer time to prepare, we suggest you to start looking from around 3-4 months in prior as both of you need to prepare some documents to apply and to wait for the Au Pair Visa. Never ever look for one last minute!! With Bali Au Pair, we help you finding the right Au Pair for your family. Not ONLY they have passed our qualification, they are well-informed and trained before they come to your family so that they will less likely find a cultural shock and understand about what Scandinavian families expect. Register NOW as Host Family - as always, we don’t charge any fee to Host Families at all! ;)

  • 5 Ways To Spend Quality Time With Your Kids When You Have No Time

    We understand when you need to get the project done by next week, or preparing your material for the conference in 2 weeks, or even when you just generally have too much things to do with your job, balancing your time with working and spending time with kids could be a little challenge sometime. But, here are the 5 best tips from us you want to use to spend a quality time with your kids. Remember, your presence as a parent plays an important role for your kids' development! 1. One-to-one time Spending time with your kid alone is best when you are doing something you both enjoy. It may be the time when the Mum spend time with the older one and Dad is with the little one. This could mean playing frisbee at the park, bike around the lake or simply watch Frozen at the cinema. Most kids would say that once a month is the minimum frequency of this one-to-one time. 2. Let the kids participate in your task We all know that kids like to help and be involved in many things. From baking cakes to even clean up the kitchen! Are you cooking for the dinner tonight? Let them help you with the preparation. Are you gardening today? Let them contribute by picking up the weed. It might be a little messy or even take a longer time at first, but you will see that the kids will become your greatest helpers and they will look back and remember that “before dinner” was always special time with you. 3. Read them a story book before bed Though the reason that you send your kids to school/daycare from 7am to 5pm is your busy work, we surely understand that spending at least an hour or two with your kids everyday would be important for your kids development. Also, a 30-minutes time of reading story book to the kids before bed wouldn't take your much time, instead, it can actually make your kids feel loved and close to you. 4. Let them be around you When you still need to do some work on your laptop after work, or on the weekend, let your kids play with their own toys by sitting near / next to you. Though you both will do your own things, your presence will still make them feel close to you. 5. Host an Au Pair Hosting an Au Pair is the best solution for a very busy family, An Au Pair would support your family with providing childcare for your kids when you are at work. But at the same time, they can also help you with light household chores. This way, you can use your limited spare time to spend with the kids rather than using it to do the light household routines. Want to host a reliable and qualified Au Pair with no matching and registration fee? Register as a family NOW! #FamilyTips #ParentsTips #HostingAnAuPair #QualityTimeWithKids #MommyLife

  • "Kok Aku Merasa Seperti Pembantu Ya?"

    Seringkali pertanyaan itu muncul di dalam hati para Au Pair yang baru saja menginjakkan kaki di negara pilihan mereka untuk menjadi Au Pair. Rasanya, kok saya disuruh membereskan kamar orang lain, melipat baju orang lain, membersihkan dapur, bahkan membersihkan toilet. Disini, saya ingin berbagi pengalaman Au Pair saya di Swedia tahun 2016-2017 dengan Host Family kedua saya, dengan perasaan seperti itu dan bagaimana untuk menyikapi hal tersebut. Author : Meliana Tesa -Host Family kedua saya, keluarga Bernsten- Lho, pindah family? Nah begini, kan saya bekerja dengan HostFam pertama saya sebelumnya selama 7 bulan. Namun dikarenakan Host Dad saya baru meresmikan usaha baru yang dia kelola, beliau akan mulai bekerja di rumah dengan laptopnya, jadi tidak perlu ke kantor lagi. Maka dari itu, beliau jadi memiliki waktu luang untuk menjemput anak-anak dan mengurus mereka. Suatu hari, HostMom bilang ke saya kalau saya mau tidak di "Transfer" ke teman baik mereka, keluarga Bernsten yang terdiri dari 2 anak berumur 2 dan 4 tahun. Mereka ini orang Swedia dan telah tinggal di Dubai selama 10 tahun dan anak-anaknya pun lahir dan besar di Dubai. Mereka baru saja kembali ke Swedia dan mencari Au Pair. Saya bilang "ya" karena saya juga tidak mau pulang ke Indonesia dahulu atau susah-susah mencari HostFam baru. Household Task Host Family pertama HostFam pertama dan kedua saya jelas memiliki jadwal dan susunan tugas Au Pair dengan berbeda. Dengan HostFam pertama, tugas saya adalah menyiapkan breakfast untuk anak-anak, membantu mereka bersiap-siap ke sekolah, mengantar jemput anak-anak dengan mobil, memasak Dinner untuk saya dan sekeluarga dari Senin-Jumat, bermain dengan anak-anak tentunya, menjemur, melipat baju sekeluarga, dan menyetrika 3-4 helai baju HostMom. Untuk tugas bersih-bersih, saya hanya perlu mem-vacuum lantai jika memang terlihat kotor. Rumah HostFam ini terbilang kecil, namun kebun yang mereka punya lumayan besar. Cleaning Lady pun datang setiap hari Kamis untuk deep cleaning seluruh bagian rumah. Saat saya berkerja dengan keluarga ini, menurut saya sangat santai sih dengan total waktu kerja saya yang tidak lebih dari 25 jam per minggu. Household Task Host Family kedua Nah, dengan HostFam kedua, mereka awalnya juga masih agak bingung dengan konsep Au Pair, karena di Dubai mereka tidak punya Au Pair, melainkan Nanny dan Cleaning Lady. Tapi HostFam saya yang pertama dengan sabar menjelaskan mereka dengan konsep Au Pair sebelum saya bergabung dengan keluarga mereka. Tugas saya di HostFam kedua ini adalah, membantu anak-anak bersiap-siap pagi hari sebelum berangkat ke sekolah, menjemput anak-anak dari sekolah dengan bus, memandikan anak-anak, serta memasak makan malam hanya untuk anak-anak saja, dan juga bermain dengan mereka hingga orang tua mereka kembali ke rumah (sekitar jam 6 sore). Jadi, setiap pagi memang santai untuk saya, karena HostMom saya yang mengantar mereka ke sekolah sekalian beliau berangkat kerja. Untuk household chores, tugas saya adalah menjemur dan melipat baju sekeluarga, termasuk menyetrika beberapa helai baju kerja Host Mom saja, serta bersih-bersih di seluruh bagian rumah. Bersih-bersih di seluruh bagian rumah? Bukannya itu terlalu banyak? Ya, jadi awalnya saat saya dan HostFam saya berdiskusi mengenai susunan jadwal dan tugas saya yang belum termasuk pekerjaan rumah tangga. Jika ditotalkan, jam kerja saya per minggu itu memang tidak sampai 25 jam. Jadi anggap saja saat pagi hari saya hanya butuh 20 menit-an untuk membantu anak-anak untuk bersiap pergi ke sekolah. Lalu setelah itu saya free sampai jam 4 sore, menjemput, memasak, dan bermain dengan anak-anak sampai jam 6 sore. Totalnya kira-kira hanya 2 jam 20 menit bekerja per harinya, ingat, belum termasuk pekerjaan rumah tangga ya. Nah, lalu untuk pekerjaan rumah tangga, mereka memang menanyakan, bagaimana enaknya untuk menyusun waktunya? Karena memang mereka masih mempunyai "Hak" untuk meminta saya membantu mereka selama 2 jam 40 menit lagi per hari nya. FYI, jadi saya kerja dari Senin-Jumat, 5 jam per hari maksimalnya. Untuk aturan Swedia, 25 jam adalah jam kerja maksimal per minggu untuk Au Pair. Mereka memang bilang bahwa saya tidak perlu kerja sampai 5 jam per hari. Kurang dari itu tidak apa-apa. Hanya saja mereka ingin saya untuk membantu dengan cucian baju sekitar 2x per minggu dan merapikan sofa atau mengelap meja makan setelah dinner. Untuk household chores, mereka bertanya apakah saya OK dengan memvacuum lantai 3-4x per minggu? Saya pikir dalam hati, waduh, 3-4 kali per minggu?! Kebetulan memvacuum lantai memang bukan pekerjaan favorit saya. Jadi saya bertanya, "Bagaimana jika saya bersih-bersih rumah 1x per minggu saja, tapi saya akan membersihkan seluruh bagian rumah secara detail, dan saya juga tidak keberatan untuk menvacuum lantai kapanpun saat lantai memang sudah benar-benar kotor?" Lalu merekapun mengiyakan. Saya pikir juga keluarga ini sudah sangat generous dan baik, saya pun jadi tidak keberatan untuk bebersih seluruh bagian rumah, yang saya kira tidak akan seberat kenyataanya saat dikerjakan :p Jadi yang saya lakukan saat bersih-bersih seluruh bagian rumah itu yang mungkin sekitar 3-4 kali lebih besar dari rumah HostFam pertama saya adalah : 1. Memvacuum dan mengepel lantai di seluruh kamar, kamar mandi, ruang keluarga, dapur. 2. Mengelap debu dan bercak air di kamar mandi (wastafel, meja, bathtub, sauna, dll) 3. Membersihkan toilet dan menyikat kloset. Nah, membersihkan toilet dan menyikat kloset ini yang sebenarnya membuat saya pernah berpikir, kok saya seperti pembantu ya, sampai saya harus membersihkan kloset orang lain? Mungkin saya terdengar berlebihan, namun sejujurnya memang saya tidak pernah melakukan hal itu. Dan ternyata melakukan hal itu bersamaan dengan deep-cleaning yang memakan 2-3 jam jika dikerjakan non-stop, juga mempengaruhi mood saya. Ibaratnya, saya sudah capek memvacuum, mengelap, dan mengepel lantai, eh penutupnya membersihkan toilet orang lain. Rasanya bete sekali. Tapi saya sadar, bahwa pertama, itu tugas saya, saya yang bernegosiasi seperti itu, saya yang ingin tugas saya seperti itu. Jadi saya tidak boleh mengeluh. Memang terkadang saya berpikir, "Kok miris banget ya, saya punya gelar S1 dari Universitas ternama, tapi saya bekerja seperti ini, menyikat kloset orang lain." Lalu cara saya untuk menyikapi perasaan tersebut adalah dengan berpikir logis dan menempatkan diri saya ke posisi Host Family saya : 1. Mereka adalah orang tua yang super sibuk. Mereka membutuhkan Au Pair untuk membantu mereka melakukan hal-hal yang membutuhkan waktu luang yang mereka tidak punya termasuk melakukan pekerjaan rumah tangga. 2. Mereka sudah mempunyai anak dan tidak membutuhkan "anak" lain yang manja dan hanya ingin tinggal di rumah mereka gratis, makan gratis, dapat uang saku, dan kerjanya santai-santai saja alias jadi princess. 3. Mereka mengeluarkan uang banyak juga untuk memiliki Au Pair. Akomodasi dan biaya hidup di Eropa khususnya Swedia sangatlah tinggi. Jadi, saya sudah mendapatkan itu semua secara cuma-cuma. Mereka pun memberikan pocket money yang lebih tinggi dari standar, asuransi gratis, kursus bahasa gratis, kartu transportasi gratis untuk saya, terkadang saya pun boleh memakai mobil mereka dengan bensin yang dibayarkan mereka juga. Selain itu, saya diberikan libur saat tanggal merah, dan 2 hari tambahan per bulan yang bisa saya kumpulkan untuk travelling. 4. Jam kerja saya tidak lebih dari 25 jam per minggu. Malahan kurang banyak dari 25 jam per minggu sebenarnya. Jadi, saya tidak perlu banyak mengeluh. Setelah saya berpikir seperti itu, saya pun sadar bahwa saya harusnya sangat bersyukur dengan semua yang mereka berikan, bersyukur dengan cara mereka memperlakukan saya seperti bagian dari keluarga mereka, dan tidak mengeluh hanya karena saya harus bersih-bersih seluruh bagian rumah dan menyikat kloset sekali seminggu. Toh, jika saya mencari HostFam lain belum tentu mereka lebih baik atau pekerjaannya lebih ringan. Oh ya, di Eropa itu semua orang terbiasa melakukan hal-hal tersebut dari semenjak mereka kuliah dan nge-kos sendiri. Tidak ada yang namanya pekerjaan yang status nya rendah. Semua orang sama. Itu yang saya suka dari menjadi Au Pair di Swedia. Tidak ada yang membeda-bedakan status orang lain berdasarkan ras, suku, bangsa, pekerjaan, agama, dll. Sekian dulu.. :)

View All

Pages (23)

  • Bali Au Pair Indonesia - Start Your European Journey and Life Experience NOW!

    Informasi Program Bali Au Pair Program Bali Au Pair Indonesia adalah suatu program untuk kamu yang menyukai anak - anak, berjiwa adventurous, dan tertarik untuk mengenal budaya dan bahasa lain khususnya Eropa dengan cara tinggal bersama suatu keluarga asuh (Host Family) di suatu negara Eropa khususnya di wilayah Skandinavia, termasuk Swedia , Denmark , dan Norwegia . Saat kamu menjadi Au Pair, biaya akomodasi, makan, asuransi, dan juga kursus bahasa akan dibiayai oleh mereka selama kamu tinggal disana. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan uang saku setiap bulannya yang berkisar antara 5-10 juta Rupiah beserta hari libur yang bisa kamu gunakan untuk menjelajahi negara-negara Eropa lainnya bahkan Asia dan Afrika terdekat. ​ Sebagai timbal balik, kamu diharuskan mengasuh dan bermain dengan anak HF dengan jam kerja tertentu yang tidak lebih dari 25-30 jam kerja per minggunya. Sisa waktu yang kamu punya dapat digunakan untuk mengikuti kursus bahasa, Voluntary Work, atau acara-acara lain yang bermanfaat. Saat kamu menjadi Au Pair, kamu akan mempunyai dua tugas, yaitu ; Membantu mengurus anak Host Family seperti mengantar jemput anak mereka dari dan ke sekolah, bermain dengan mereka, dan juga memasak masakan simpel untuk sarapan dan makan malam. ​ ​ Membantu pekerjaan rumah tangga ringan seperti mengelap meja, memasukan piring kotor ke mesin cuci piring, menyedot debu, mencuci baju anak-anak, dan terkadang juga menyetrika. ​ Kalau begitu, Au Pair sama dengan Baby Sitter atau Pembantu dong? Hal ini sering dilontarkan oleh mereka yang baru pertama kali mendengar Program Au Pair. Jawabannya , TIDAK SAMA . Ini perbedannya ;​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ Di Negara Skandinavia ; Swedia, Norwegia, dan Denmark memiliki undang-undang sendiri mengenai Program Au Pair, dan perlu diketahui bahwa penduduk disana sangat mematuhi peraturan, jadi sangat kecil kemungkinan Au-Pair akan mendapatkan perlakukan tidak wajar dari Host Family disana. Bahkan banyak Au Pair Indonesia yang telah pergi ke negara-negara tersebut, terkejut karena melihat sambutan dari Host Family yang begitu ramah, misalkan saat mereka menjemput di bandara, mereka memberikan surprise, ada juga yang ketika Au Pair baru datang, Host Family memberikan pesta kecil dengan mengundang tetangga atau keluarga besarnya, ada yang sampai menyiapkan peralatan musim dingin husus untuk Au Pair-nya, ada yang diajak travelling hingga ke Maroko, Spanyol, hingga ke Amerika, dan berbagai hal lain yang mereka tidak sangka akan mereka dapatkan dengan menjadi Au Pair ke Skandinavia dan Belanda. Apakah Baby Sitter atau pembantu juga mendapatkan hal yang sama seperti di atas ? Tidak, bukan? Jadi, Program Au Pair itu tidak bisa disamakan dengan Baby Sitter atau Pembantu, karena memang Au Pair adalah bagian dari keluarga. ​ ​ Mengapa kamu harus mengikuti Program Au Pair? ​ Travelling murah di Eropa​ Program Bali Au Pair memberikan kamu kesempatan untuk jalan-jalan ke negara lain khususnya di Eropa dengan mudah, biaya yang terjangkau, dan praktis. Pengetahuan menjadi lebih luas Saat menjadi Au Pair, kamu akan mengenal budaya dan bahasa lain yang pastinya sangat berbeda dengan budaya dan bahasa kita. Dengan begitu, pengetahuanmu akan menjadi lebih luas dan kamu akan menjadi lebih openminded dan bertoleransi terhadap perbedaan. Selain kursus bahasa lokal akan kamu dapatkan secara gratis disana, kemampuan Bahasa Inggrismu pun akan meningkat karena kamu akan diharuskan untuk sering berbicara Bahasa Inggris dengan anak-anak mereka. Pengembangan diri Dengan tinggal di negara lain jauh dari sanak saudara dan teman-teman, kamu seperti dilatih untuk menjadi lebih mandiri, bermental kuat, dan berani dalam mengambil keputusan. Sikap seperti ini tentu saja akan berguna di hidup kamu kelak. Pengalaman baru yang tak terlupakan Tentunya banyak hal berbeda dari Indonesia di Skandinavia. Disana kamu bisa mencoba bermain ski, selancar salju, pulka, dan banyak macam aktifitas lainnya yang kamu tidak dapat lakukan di Indonesia. Seru kan? Mengapa Bali Au Pair?​ Berbeda dengan Au Pair Agensi lainnya, saat mengikuti Program Bali Au Pair kamu akan mendapatkan banyak bantuan dan layanan selama kamu menjadi Au Pair untuk mempersiapkan kamu sematang mungkin dan meminimalisasi cultural shock sebelum dan saat kamu menjadi Au Pair di negara pilihanmu, termasuk : ​ Konsultasi gratis mengenai Au Pair Biaya sangat terjangkau dibandingkan agensi lain Bimbingan penulisan Host Family Letter Pencarian Host Family di Skandinavia dan Belanda yang sesuai dengan personality dan kriteria-mu Bantuan beserta pembuatan Visa Au Pair E-book panduan saat menjadi Au Pair ​ Bukan hanya itu saja, Bali Au Pair akan selalu membantu kamu disana nanti meliputi Tips tinggal di negara yang kamu tuju, travel tips di Eropa, mediasi saat ada masalah dengan Host Family, pencarian Host Family baru, serta bantuan mengenai masalah-masalah personal yang mungkin akan terjadi. Program Bali Au Pair memungkinkan kamu untuk mendapat pengalaman-pengalaman unik yang tak akan terlupakan dengan mengenal budaya dan bahasa lain, dan pastinya juga untuk menjelajahi dunia dengan mudah. ​ ​Jadilah Au Pair sekarang! ​​ Jam kerja 25-30 jam/minggu atau 5-6 jam/hari Pekerjaan ringan rumah tangga Fasilitas kursus Bahasa setempat Dianggap seperti bagian keluarga sendiri Au Pair Baby Sitter / pembantu ​ Jam kerja sekitar 8-10 jam per hari Pekerjaan bersih-bersih di seluruh bagian rumah Tidak ada fasilitas kursus Bahasa setempat Hanya sebatas antara pekerja dan bos / majikan Apa saja tugas seorang Au Pair? TESTIMONIAL FATIMAH Menjadi Au Pair artinya siap menjadi jiwa yang mandiri I learned a lot and it such an unforgettable experience! TESA IRA It really is an adventure for me! TESTIMONIAL " Exploring new places and meeting people from different background opens my mind that diversity is inevitable." -Au Pair Nurina, Sweden "One of the most memorable experiences of my life" -Au Pair Amalia, Denmark IRA "Program Au Pair itu cocok untuk gap year sebelum rutinitas kerja dimulai" -Au Pair Mira, Sweden "Menjadi Au Pair artinya siap menjadi jiwa yang mandiri." -Au Pair Fatimah, Norway "I learned a lot and it such an unforgettable experience!" -Au Pair Tesa, Sweden "It really is an adventure for me!" -Au Pair Ira, Denmark Quick links Daftar sekarang Biaya Program dan Tahapan Pembayaran How to be an Au Pair? About Us Contact Us Au Pair Blogs Destinasi Program Swedia • Denmark • Norwegia LIHAT DESTINASI PROGRAM SEKILAS INFO TENTANG BALI AU PAIR Bali Au Pair adalah Agen Au Pair pertama di Indonesia yang membantu para calon Au Pair untuk melakukan Program Au Pair di Negara-negara Skandinavia termasuk Swedia, Denmark, dan Norwegia dengan biaya terjangkau. Di tahun 2019, Bali Au Pair juga sempat membuka tujuan baru untuk Program Au Pair yaitu Perancis dan Belanda. Namun dimulai pada bulan Oktober 2021, kami menutup sementara tujuan Belanda dan Perancis dikarenakan proses visa yang cenderung rumit. Dengan berbekal pengalaman pribadi sebagai Au Pair di Swedia dan Denmark, kami bekerja bukan semata hanya untuk kepentingan bisnis, namun dengan keinginan untuk membantu pemuda-pemudi Indonesia untuk mendapatkan pengalaman tak terlupakan seperti yang kami dapatkan sebagai Au Pair, yaitu ; menjelajahi belahan dunia khususnya Eropa dengan budaya yang berbeda, yang kedepannya akan menghasilkan pribadi yang lebih mandiri, kuat, dan lebih bertoleransi terhadap perbedaan. Itulah alasan mengapa Bali Au Pair saat ini masih menjadi Agen Au Pair satu-satu nya di Indonesia yang memiliki biaya Au Pair paling rendah. Tim Bali Au Pair membantu para calon Au Pair dari A-Z, mulai dari proses pendaftaran, informasi detail tentang Program Au Pair, pencarian Host Family, pembuatan Visa Au Pair, infomasi penting lainnya, serta panduan tentang kehidupan Au Pair dan tips mengenai negara pilihan yang kamu tuju. Bali Au Pair selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik and tetap belajar untuk menjadi lebih baik. Maka dari itu, Bali Au Pair sangat terbuka dengan saran dan kritik dari anda semua. ​Terima kasih.

  • Bali Au Pair Indonesia - Start Your European Journey and Life Experience NOW!

    How to be an Au Pair? Tahukah kamu bahwa Program Bali Au Pair adalah program yang tidak diperuntukan bagi semua orang? Program Bali Au Pair hanya diperuntukkan untuk kamu yang memiliki passion untuk mengeksplor budaya, bahasa, dan keindahan negara-negara Skandinavia dan Belanda atau juga Perancis. Banyak yang bertanya "Cara jadi Au Pair gimana ?" "Syaratnya apa aja ?" Nah, bagaimana syarat dan tahapan / cara untuk menjadi Au Pair? 1 Memenuhi seluruh syarat dan ketentuan dibawah ini ​ Syarat Utama ​Berusia diantara 18-30 tahun Belum pernah menikah Mandiri dan disiplin Menyukai anak-anak Positif, kreatif, ceria Memiliki pengalaman mengasuh anak-anak Terbuka terhadap masukan Mempunyai inisiatif yang tinggi Mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi Flexible dengan jadwal yang disusun oleh Host family Siap untuk tinggal jauh dari orang tua dan teman-teman selama 1-2 tahun ​ Syarat Akademik Lulus SMA / SMK Memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif dan pasif yang baik ​ Syarat Dokumen Memiliki paspor Bersedia membuat SKCK Bersedia membuat Sertifikat Medis Memiliki KK dan Akta Lahir ​ 2 Mengisi formulir pendaftaran program Au Pair secara online ​ Untuk registrasi, calon Au Pair diharuskan untuk mengisi formulir pendaftaran online Bali Au Pair ​ 3 Melengkapi biaya pendaftaran tahap I ​ Setelah melakukan pendaftaran secara online, pihak Bali Au Pair akan mengirimkan E-invoice pembayaran kepada pendaftar untuk dilengkapi. Atau, pendaftar dapat juga langsung melakukan pembayaran melalui Paypal yang tersedia di halaman Formulir Pendaftaran Program Au Pair tanpa menunggu pihak Bali Au Pair untuk mengirimkan invoice. Biaya pendaftaran tahap I adalah Rp. 500.000,- ​ 4 Penjadwalan online interview melalui Web-cam ​ Pihak Bali Au Pair akan menjadwalkan online interview dengan pendaftar program Au Pair melalui web-cam / skype dengan Bahasa Inggris. Di tahap ini, impresi dan kemampuan Bahasa Inggris pendaftar akan dievaluasi dan pihak Bali Au Pair akan menentukan apakah pendaftar dapat diterima atau tidak dalam pendaftaran Program Bali Au Pair. . ​ 5 Pengumuman hasil online interview & pembayaran tahap II ​ Setelah pendaftaran mendapatkan hasil online interview, bila aplikasi pendaftar ditolak, pendaftar belum dapat mengikuti Program Bali Au Pair dan biaya pendaftaran tahap I tidak dapat dikembalikan. ​ Bila aplikasi pendaftar diterima, Bali Au Pair akan mengirimkan invoice pembayaran tahap II sebesar Rp. 500.000,- untuk dilengkapi, beserta surat perjanjian antara Bali Au Pair dan pihak pendaftar untuk ditandatangani. ​ 6 Penerimaan aplikasi dan proses Matching ​ Aplikasi pendaftar akan disetujui setelah pendaftar melengkapi pembayaran tahap II dan mengirimkan surat perjanjian dengan Bali Au Pair yang telah ditandatangani. Proses selanjutnya, Bali Au Pair akan memulai proses pencarian / proses matching dengan Host Families di negara yang dituju. Perlu diingat bahwa proses matching ini tidak ada yang dapat menentukan, karena kami hanya akan merekomendasikan pendaftar yang memenuhi kriteria Host Families kami pada saat itu. Misalnya bila saat ini Host Families kami hanya mencari Au Pair yang memiliki SIM Mobil atau memiliki pengalaman Au Pair, tentu kami tidak dapat merekomendasikan aplikasi pendaftar yang tidak memiliki SIM Mobil atau pengalaman Au Pair. Proses matching ini juga dilakukan tanpa adanya paksaan terhadap pihak Au Pair maupun Host Families. ​ 7 Interview dengan Host Family ​ Saat kami merekomendasikan aplikasi pendaftar kepada suatu Host Family, bila Host Family tersebut tertarik dengan aplikasi pendaftar, kami akan menghubungi pendaftar dan memberikan info mengenai Host Family tersebut. Pendaftar akan diberikan formulir / data Host Family tersebut yang mencakupi ekspektasi mereka, uang saku dan fasilitas yang ditawarkan, dan informasi penting lainnya. ​ Bila pendaftar juga tertarik dengan Host Family tersebut, maka Bali Au Pair akan menjadwalkan interview dengan Host Family melalui Skype / Web-cam. Kami akan mengirimkan pendaftar sebuah E-book untuk persiapan interview dengan Host Family, sehingga pendaftar akan siap dan lebih percaya diri saat interview nanti. 8 Pengurusan dokumen dan Visa Au Pair & melengkapi biaya tahap III ​ Bila Host Family dan pihak pendaftar match, pendaftar / calon Au Pair akan melengkapi biaya tahap III. Di tahap ini, kami juga akan membantu pendaftar untuk memberi arahan dalam persiapan dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan Visa Au Pair. ​ 9 Bimbingan Pre-Departure Au Pair & pelunasan biaya tahap akhir ​ Setelah Visa Au Pair disetujui, calon Au Pair diharapkan untuk melunasi biaya tahap IV / akhir. Bali Au Pair akan memberikan briefing dan E-book panduan untuk calon Au Pair / pendaftar mengenai etik kerja dalam dunia Au Pair, persiapan, serta informasi penting lainnya sebelum keberangkatan calon Au Pair. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan calon Au Pair agar lebih matang dan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan oleh calon Au Pair di negara tujuannya nanti. 10 Keberangkatan Au Pair ​ Pemesanan Tiket Pesawat oleh Au Pair atau Host Family (tergantung perjanjian), dan keberangkatan Au Pair ke negara tujuan. Download PDF Tahap dan Biaya Program HAVE YOU DECIDED WHERE DO YOU WANT TO GO? LIHAT DESTINASI PROGAM

View All